Kamis, 11 Februari 2016

Menilik Potret Pendidikan di Indonesia

Menilik Potret Pendidikan di Indonesia. Sekolah adalah salah satu wahana pembentuk karakter bangsa. Tingginya tantangan global mau tidak mau tentu juga akan berpengaruh terhadap tingginya tantangan pendidikan di Indonesia. Hal inilah yang harus ditanamkan pada setiap ‘Agent of Change’ untuk selau memiliki dorongan kuat dalam meraish prestasi terbaiknya. Sehingga segenap aspirasi diri bisa tersalurkan dengan optimal.
Menilik Potret Pendidikan di IndonesiaAkan tetapi untuk mencapai itu semua tidaklah mudah, karena pendidikan di Indonesia sendiri masih memiliki banyak rintangan mulai dari sarana dan prasarana hingga kualitas tenaga pendidik yang layak dan mumpuni. Keterbatasan akses dan pemerataan guru yang masih menjadi masalah seharusnya menjadi PR buat pemerintah yang harus diselesaikan.
Memang tidak bisa hanya bicara dari segi aspek pendidikan di Indonesia itu sendiri, karena masalah lain seperti arus urbanisasi juga menjadi penyebab carut marutnya pendidikan yang tidak merata karena bagaimanapun juga kualitas pendidikan di desa dan perkotaan sangatlah kentara perbedaannya.
Menurut Anies Baswaden sendiri, “keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi sejumlah masyarakat. Akan tetapi janganlah hanya melihat dan berbicara mengenai urban sebab banyak masalah lain yang juga menjadi penyebab migrasi ke Ibu Kota”. Imbuhnya. Dengan tidak serentak, masyarakat Indonesia tetap harus didorong untuk menjalankan urbanisasi sebagai salah satu cara mengatasi masalah terbatasnya sarana pendidikan di daerah. Akses pendidikan tidak boleh dibiarkan ciut, harus dibuka selebar-lebarnya kepada semua kalangan masyarakat dengan pendanaan alat untuk mendukung keberlangsungan pendidikan di Indonesia. “ kalau keberadaan sekolah hanya terbatas di ibukota kecamatan, yang jauh kan jadi tidak bisa menjangkau sekolah.” Tuturnya.
Selain itu, jumlah guru yang memang benar-benar memiliki kualifikasi yang layak saat ini juga masih belum merata ke daerah-daerah yang membutuhkan. Menurut Hamid Muhammad selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas Kemendikbud) menyatakan bahwa saai ini di Indonesia masih sangat kurang tenaga guru SD. Doperkirakan banyaknya bisa mencapai 112 ribu guru.
Dan untuk mengatasi hal tersebut pihak Kemendikbud melakukan sebuah kerjasama dengan pemerintah daerah, baik pada tingkat propinsi, kabupaten/kota dalam keterkaitan kegiatan Menilik Potret Pendidikan di Indonesiapendistribusian guru di daerah-daerah agar pemerataan semakin meningkat. “Bila manajemen guru mampu ditangani optimal, tidak lagi parsial, maka bisa dilakukan mutasi guru ke kabupaten atau daerah yang masih berdekatan.” Ungkapnya.
Bukan hanya itu saja, untu meningkatkan kualitas dan mutu tenaga pendidik maka kemendikbud juga akan meningkatkan kualifikasi guru melalui beasiswa S1 untuk guru SD dan SMP. Hamid juga mengungkap jika jumlah guru di SD negeri dan swasta kurang lebi 1.850 guru. Dari sekian banyak jumlah tersebut hanya sekitar 60% yang memang layak memenuhi kualifikasi, sedangkan jumalh sisa 40% lainnya masih belum memenuhi standar kualifikasi gelar S1. Untuk itu Keednikbud akan mencanangkan program beasiswa sebanyak 100 ribu calon guru untuk menempuh pendidikan S1. Di kancah internasional pendidikan di Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari sekitar 120 negara di seluruh dunia menurut data tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012. Sedangkan menurut EDI (Education Development Index), Pendidikan Indonesia berdiri pada peringkat 69 dari sekitar 127 negara dunia pada 2011.
Selain itu kasus-kasus anak putus sekolah juga masih banyak. Hal ini terjadi disebabkan oleh 3 faktor yaitu ekonomi lemah, anak-anak yang harus terpaksa bekerja untuk membantu orang tua, dan pernikahan dini. Anies Baswaden juga menambahkan “kita harus segera menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia, karena wawasan merupakan kunci utama untuk kesejahteraan.”
Untuk mewujudkan perkembangan pendidikan di Indonesia, pemerintah juga telah melakukan upaya dengan membuat berbagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia agar semakin berkibar di kancah global. Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam memberikan kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan diberlakukannya kebijakan-kebijakan guna meningkatkan taraf pendidikan di Indonesia, semoga harapan juga tidak hanya harapan. Karena hal ini bukan lagi sekedar harap tapi harus menunjukkan realisasi dalam peningkatan secara nyata baik dari segi dukungan sarana dan prasarana juga kualitas serta kuantitas pendidikan yang lebih baik.

biMBA AIUEO Tangerang unit Poris gaga event wisata dongeng

biMBA AIUEO Tangerang unit Poris Gaga event wisata dongeng karena belajar tidak harus di dalam kelas, kita bisa belajar dan melakukan kegiatan apapun di mana saja. Seperti kegiatan yang diadakan biMBA AIUEO Unit Poris Gaga yang melakukan wisata dongeng dan baca ke toko buku Gramedia. Berlokasi di Mall Bale Kota Tangerang, anak-anak biMBA AIUEO Poris Gaga, pada hari Rabu tanggal 2 Desember 2015.
biMBA AIUEO Tangerang
Dengan diadakannya wisata dongeng ini bertujuan untuk meningkatkan Minat baca anak. Disana anak akan memperoleh pengalaman secara langsung yang mengesankan dan menyenangkan. Serta anak mendapatkan wawasan pengetahuan cara bertransaksi di toko buku Gramedia. Selain itu dengan adanya stimulasi otak melalui dongeng (story telling) dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku.
Kunjungan keluarga besar biMBA AIUEO unit Poris Gaga ke toko buku Gramedia disambut oleh Bpk. Arif selaku Costumer Servicejuga para pramuniaga yang ramah menyambut dengan senang hati. Awalnya peserta diajak berkeliling toko buku sambil bernyayi lagu ‘Naik Kereta Api’.  Wah seru sekali bukan?
Bukan hanya itu anak biMBA Poris Gaga mendapatkan pertanyaan dari Kak Nurul yang menjadi juru dongeng hari itu, ternyata pertanyaannya seputar apa saja yang mereka lihat di dalam toko buku. Waw mereka sangat antusia dalam menjawab pertanyaan apalagi akan ada hadiah loh untuk anak yang bisa menjawab pertanyaan. Selanjutnya Kak Nurul bercerita tentang ‘Buaya, Bebek, Kambing dan Gajah’ sesekali anak-anak memperagakan gaya dan suara binatang-binatang itu.
Selain mendongeng, ada juga kegiatan ‘fun game’ yaitu memasukkan bola ke dalam keranjang. Beberapa anak harus berusaha lebih dari sekali agar bolanya masuk ke dalam keranjang, Bu Ida dan Bu Tini motivator biMBA Poris Gaga terus menyemangati mereka. Di penghujung acara anak-anak biMBA dipersilakan memilih buku dan berjalan menuju kasir untuk bertransaksi secara langsung berbekal uang yang sudah disiapkan. Wah tentu saja ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk seluruh keluarga besar biMBA-AIUEO unit Poris Gaga. (biMBA Poris Gaga/ern)
biMBA AIUEO Tangerang
Kak Nurul sedang Mendongeng
biMBA AIUEO Tangerang
sumber :bimba-aiueo.com



Rabu, 10 Februari 2016

Meski Jauh Lebih Berat dari Pendidikan di Indonesia, Pelajar Jepang tetap Lebih Pintar

Meski Jauh Lebih Berat dari Pendidikan di Indonesia, Pelajar Jepang tetap Lebih Pintar. Bila Finlandia didapuk mememiliki sistem pendidikan yang canggih dengan pembebasan PR dan Ujian nasional. Lain halnya dengan Jepang. Pendidikan di Jepang hampir sama dengan pendidikan di Indonesia yang juga memberikan PR dan Ujian Nasional di akhir sekolah. Akan tetapi pendidikan Jepang justru jauh lebih berat jika dibandingkan di negeri sendiri.

Berikut adalah bukti bahwa pendidikan di Jepang jauh lebih berat dari Pendidikan di Indonesia:
1.      Struggle is real untuk anak Jepang, usia 3 tahun cram school sudah siap menunggu
Cram school atau bisa disebut dengan Juku merupakan kelas tambahan di luar jam sekolah untuk mempersiapkan anak-anak Jepang sebelum memulai ujian. Jika dalam pendidikan di Indonesia bisa dibilang mirip dengan bimbel sebelum UN berlangsung. Bedanya jika di Jepang cram school ini sudah wajib untuk diikuti sejak usia 3 tahun, lebih berat bukan? Sistem pendidikan Jepang yang menitikberatkan pada kualitas sekolah menjadikan para orang tua berlomba-lomba memilihkan sekolah terbaik untuk anaknya sejak dini. Bahkan untuk bisa masuk ke Yochisa yang merupakan salah satu SD terfavorit disana anak-anak harus bisa bersaing dengan 1290 peserta lainnya, dan setiap tahunnya Yochisa hanya mau menerima sekitar 132 murid saja.

2.      Semakin dewasa, tingkat stress pelajar Jepang semakin meningkat dengan satu ujian akhir SMA
Sekilas tak beda dengan pendidikan di Indonesia yang mengadakan ujian akhir SMA, akan tetapi di Jepang jauh lebih kejam. Setiap ahir Januari, ribuan pelajar Jepang wajib mengikuti National centre Test for University Admission. Dengan mengikuti test ini mereka akan dapat memilih  mata pelajaran apa yang akan dijadikan key point mereka, seperti Math-Science untuk yang ingin masuk ke jurusan Teknik atau Japanese dan Social Studies untuk yang ingin masuk jurusan social. Selain itu mereka juga harus memilih satu universitas yang menjadi pilihan mereka. Dan hal ini juga tidak mudah, untuk mencapai dan bisa masuk ke universitas yang diinginkan pelajar Jepang juga harus bisa mencapai passing grade yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Semakin tinggi ranking dari universitas, maka semakin tinggi pula passing gradenya. Jika gagal maka mereka akan menjalani hari yang disebut dengan ronin, sebuah sebutan untuk mereka yang belum bisa masuk universitas dan harus menyiapkan diri kebali untuk tahun berikutnya.

3.     
Meski Jauh Lebih Berat dari Pendidikan di Indonesia, Pelajar Jepang tetap Lebih Pintar
Walaupun tingkat stress tinggi, akan tetapi pelajar Jepang tetap bisa bertahan menjadi pionir pendidikan dunia
Meskipun bisa dibilang jauh lebih stress jika dibandingkan pelajar di Indonesia, akan tetapi dunia mengakui jika Jepang memiliki pendidikan yang berhasil, hal ini terbukti pada tahun 2013 Jepang berhasil meduduki urutan pertama ranking global pendidikan dunia mengalahkan Finlandia yang pada saat itu merosot hingga ke peringkat 5. Tentu hal ini merupakan pencapaian yang sepadan dengan beratnya sistem pendidikan di Jepang, Meski begitu pelajar Jepang tetap mampu bertahan dan selalu bersemangat memberikan kontribusi terbaik untuk bangsanya.

4.      Kunci keberhasilan dari Jepang sangatlah sederhana: kedekatan dengan Ibu dan semangat GANBARE
Saat pendidikan di Negara lain termasuk pendidikan di Indonesia terus berusaha merombak sistem pendidikan untuk mencapai peningkatan. Jepang justru tak bergeming dengan sistem pendidikannya yang keras. Dalam sebuah catatan, logika dari Keberhasilan sistem pendidikan di Jepang dibahas dengan lengkap.
“Penelitian menunjukkan bahwa non cognitive skill lah yang menjamin keberhasilan seseorang di masa depan. Non cognitive skill ini ditunjukkan dari kemampuan seseorang menghadapi stres, menahan diri, dan bersikap di tengah masyarakat.”
Di jepang sendiri non cognitive skill ini juga tercipta dari hal yang sederhana sejak kecil, yaitu Amae atau hubungan kedekatan seorang anak dengan ibu. Di Jepang sendiri juga sudha menjadi hal yang wajar jika terdapat seorang perempuan yang akan berhenti bekerja atau mengambil parttime job demi mengurus anak. Hal ini dikarenakan biasa day care dan pajak penghasilan Negara Jepang yang mahal. Akan tetapi justru kedekatan ibu dan anak ini sangat mempengaruhi ketahanan pelajar Jepang terhadap stress.
Itulah perbedaan antara sistem pendidika di JEpang dan pendidikan di Indonesia.

biMBA AIUEO Jakarta Barat Unit Murni Joglo

biMBA AIUEO Jakarta Barat Unit Murni Joglo  di penghujung tahun 2015  mengadakan acara pentas baca dan activity kids, kali ini anak-anak biMBA tidak belajar di dalam kelas tetapi outdoor agar semakin berkembang Minat belajarnya. Acara ini berlangsung pada hari kamis 24 Desember 2015 di Hadiprana Art Class Kampung Makan Joglo. Seperti apa suasana activity kids biMBA AIUEO Murni Jogl0? Yuk kita lihat bersama!
Activity kids diawali dengan senam bersama agar sehat.  Anak-anak mengikuti seluruh gerakannya dengan antusias.  Setelah berkeringat, anak-anak diajak untuk mengenal seni melalui kegiatan mewarnai mug.  Mereka terlihat asyik dalam kegiatan ini tanpa mempedulikan hasilnya baik atau buruk karena proses belajarnya menyenangkan.  Kegiatan yang menyenangkan membuat anak semakin rajin dan tekun dalam belajar. Tak ketinggalan juga pentas baca sebagai sosialisasi penerapan metode biMBA AIUEO yang 100% fun learning.
Keseruan memuncak saat anak-anak melakukan kegiatan flying fox, perosotan, jungkat-jungkit dan ayunan. Anak bukan hanya sekedar bermain tetapi mereka juga mengantri satu sama lain. Hal ini merupakan pengenalan budaya mengantri pada anak.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan parenting yang dibawakan oleh bapak Agus Suprihantoro serta testimoni dari orangtua murid Mama Darel.  Beliau menceritakan keberhasilan anaknya yang belum lancar berbicara namun semakin pintar.  Mama Darel pun akhirnya mempercayakan  kedua anaknya di biMBA. Keseluruhan acara diakhiri dengan foto dan makan bersama seluruh keluarga besar biMBA AIUEO yang hadir. (biMBA Unit Murni Joglo/Ern)
biMBA AIUEO Jakarta Barat Mewarnai Mug
Mewarnai Mug
biMBA AIUEO Jakarta Barat Belajar Budaya Mengantti di Activiy Kids
Belajar Budaya Mengantti di Activiy Kids
biMBA AIUEO Jakarta Barat Parenting
Parenting
biMBA AIUEO Jakarta Barat Testimoni dari Orangtua
sumber : bimba-aiueol.com

Selasa, 09 Februari 2016

Representasi Ilmu Pendidikan Islam

Representasi Ilmu Pendidikan Islam. Pendidikan merupakan satu bentuk upaya dari pembudayaan dan pemberdayaan manusia sebagai wujud dalam proses menumbuhkan dan meningkatkan potensi secara maksimal yang dalam prosesnya pun tergantung dari keterlibatan pendidik.
Dengan hal ini mereka akan sangat dituntut untuk mampu memenuhi persyaratan sebagai seorang pendidik dengan pengetahuan ilmu pendidikan Islam yang ideal. Sedangkan untuk faktor anak didik merupakan tujuan sasaran pokok bagi para pendidik. Bahwa teori merupakan konsep dari pemikiran manusia yang dinyatakan serta disusun secara sederhana dalam kaitannya bisang kehidupan yang sesuai dengan fakta-fakta yang saling menunjang dan saling berhubungan.

Hakikat Ilmu Pendidikan Islam
bimba aiueo pendidikan islam
Secara teori ilmu pendidikan islam merupakan memberi makan kepada jiwa anak didik demi mendapatkan kepuasan rohani yang sesuai dengan ajaran islam baik melalui sistem kurikuler maupun lembaga. Dan yang menjadi segi fungsi adalah suatu bentuk dari potensi manusia yang dinamis berupa dalam bentuk keyakinan, ilmu pengetahuan, akhlak dan pengalaman yang berada dalam posisi proses pendidikan islam yang nantinya akan mampu membawa manusia sebagai hamba Allah SWT yang muslim, mukmin dan mukhlis. Sedangkan pada objek dari pendidikan islam itu sendiri yaitu bertujuan untuk menyadarkan manusia sebahai makhuk individu yang telah diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang paling sempurna dibanding dengan makhluk yang lain dan memiliki kedudukan yang utama.
Tujuan ilmu pendidikan Islam
Sebagai sebuah ilmu tentu pendidikan Islam memiliki tujuan diantaranya:
1.      Mentargetkan dan menfokuskan anak didik sebagai  sasran untuk menguasai ilmu secara umum.
2.      Mentargetkan dan menfokuskan anak didik sebagai  sasran untuk menguasai ilmu secara khusus
3.      Untuk dapat sampai dalam garis besar pada sebuah program pengajaran pada sebauh institusi pendidikan bagi kurikuler.
4.      Selain itu tujuan juga harus diwujudkan sesuai dengan program pendidikan di setiap institusi secara institusional.
5.      Cita-cita hidup yang telah ditetapkan agar segera dicapai baik dalam pendidikan formal ataupun nonformal baik secara umum maupun nasional.

bimba aiueo pendidikan islam
Bila ilmu pendidikan islam dikaitkan dengan filsafat sebuah pendidikan islam itu sendiri maka tugsnya adalah menganalisa secara mendalam pada masalah pendidikan serta dalam bentuk proses penyelesaiannya. Ilmu pendidikan islam tidak hanya berkaitan dengan landasan teori dan akan tetapi juga berhubungan dengan fakta empiris dan praktis dalam kalangan masyarakat. Sehingga nantinya akan terjadi sebuah jalinan interaksi antara ilmu pendidikan islam itu sendiri dengan hubungan masyarakat yang mampu melengkapi dan saling mendukung satu sama lain.
Oleh karena itu ilmu pendidikan islam membutuhkan sebuah landasan idea, universal, bersifat rasional serta sangat sistematik dan mampu dipertanggungjawabkan berkaitan dengan hakikat dari pendidikan itu sendiri. Dalam hal ini filsafat pendidikan pun juga telah mengarah pada keseluruhan aspek pendidikan yang objektif sebagai suatu kebutuhan manusia yang paling mendasar.
Demikianlah, sebuh filsafat pedidikan islam akan terus berupaya dalam menunjukkan kemana sebenarnya arah  arah dari representasi sebuah pendidikan itu akan dibawa. Dengan melalui bentuk dan ciri filsafat yang radikal, universal serta sistematis sehingga dapat menimbulkan sebuah pemikiran terhadap manusia sebagai makhluk individu, social, dan sebagai bentuk moral yang berorientasi pada ikatan manusia dan sang pencipta secara vertical, dan secara horizontal dengan masyarakat dan juga alam.
Menurut pendapat dari Al-Attas pendidikan islam merupakan pendidikan yang harus lebih dulu diberikan pada manusia berupa pengetahuan mengenai manusia yang baru disusul kemudian dengan pengetahuan lainnya. Dengan hal ini maka akan diketahui jati diri manusia itu seperti apa.
Pendidikan islam sebagai landasan disiplin ilmu
Ilmu dalam pendidikan islam adalah salah satu ilmu yang teah memenuhi segala syarat dari ilmu pengetahuan diantaranya:
1.Pendidikan islam sendiri memiliki objek material yang telah menyatakan manusia yang sebagai peserta didik dan memiliki obyek formal yaitu sebuah aktivitas pada usahanya didalam membimbing manusia lainnya untuk menuju titik kedewasaan yang disesuaikan dengan nilai dan syariat islam
2. pendidikan Isam juga memiliki metode dalam mengembangkan yang dapat dipergunakan sebagai ilmu pengetahuan dalam wajah islam yaitu metoode test, metode interview, metode pengamatan atau observasi, dan sebagainya
3. Selain itu pendidikan islam juga memiliki sistematika yang dapat diketahui melalui lahirnya penggolongan masalah serta pembahasan masalah yang berkaitan dengan pendidikan islam itu sendiri.


biMBA AIUEO Bekasi Launching Unit Mustika Media Residence

Berita Launching biMBA AIUEO Bekasi, bagi yang telah mengenal biMBA, maka ia akan senantiasa mempunyai semangat serta kepedulian yang tinggi terhadap upaya pengembangan minat baca dan belajar anak-anak usia dini meski sudah tidak berkarir sebagai motivator biMBA AIUEO. Hal itu yang menjadi dasar keputusan luar biasa Ibu Nadhrotus Syakhina untuk mendirikan biMBA unit Mustika Media Residence.
Launching cabang ke-1245 ini diadakan pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2014 bertempat di Perum Mustika Media Residence Blok T1 nomor 16A, Lubang Buaya, Setu Bekasi.  Acara pembukaan biMBA AIUEO Mustika Media Residence meliputi pengguntingan pita peresmian, lomba mewarnai dan penampilan anak-anak kompleks perumahan tersebut.
Acara yang dipandu oleh MC yaitu Ibu Mega, motivator biMBA Dukuh Zamrud ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua RT, Ketua RW, Ustad, warga sekitar serta anak-anak yang sudah mendaftar sebelum unit ini diresmikan. Acara berlangsung dari pukul 08.00 WIB serta dimeriahkan juga dengan senam otak dari para motivator yang hadir.  Acara launching biMBA AIUEO  Mustika Media Residence ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustad setempat.(Nik)
MC biMBA AIUEO Bekasi
ANAK biMBA AIUEO Bekasi
doa biMBA AIUEO Bekasi
Ibu Nadhrotus Syakhina
biMBA AIUEO Bekasi
sumber :bimba-aiueo.com

Senin, 08 Februari 2016

biMBA AIUEO Jakarta Barat Unit Sawo Joglo event study tour

biMBA AIUEO Jakarta Barat unit Sawo Joglo mengadakan study tour ke Sosro dan Ragunan dengan bekerja sama dengan McKids. Acara ini dihadiri oleh 36 murid biMBA beserta orangtuanya, 3 motivator dan 2 orang perwakilan dari McKids. Study tour kali ini mereka mengunjungi Pabrik Sosro yang terletak di wilayah Jakarta Barat menggunakan bus pariwisata yang sudah disponsori oleh pihak sosro, kegiatan berlangsung pada tanggal 4 Desember 2015.
Sepanjang perjalanan diisi dengan keseruan semua komunitas biMBA AIUEO, mereka bernyanyi bersama dan tertawa bersama. Sampai tidak terasa dalam waktu 2,5 jam mereka akhirnya sampai di pabrik pengolahan sosro. Sesampainya disana mereka disambut oleh tim yang bertugas mengisi acara. Pertama ada acara ramah tamah dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu peserta dibagi menjadi dua kelompok,yakni kelompok orangtua dan anak-anak.Wah ternyata kegiatan ini bukan hanya untuk anak saja tetapi orangtua mereka juga ikut andil.
biMBA AIUEO Jakarta Barat Unit Sawo Joglo event study tour joglo2Orangtua murid lebih dahulu mengunjungi pabrik pengolahan produk hingga ke limbah, sementara anak-anak serta motivator diajak ke ruang auditorium lalu dipaparkan penjelasan melalui tampilan layar proyektor dengan menggunakan cerita bergambar dan video yang sudah disiapkan. Anak-anak terlihat tertarik dengan kegiatan ini karena mereka dijelaskan sejarah awal mula ditemukannya teh di jepang, sampai akhirnya dikembangkan di Indonesia dan bisa dinikmati oleh semua golongan masyarakat.
Selain itu anak-anak juga disajikan video kartun tentang cara pengolahan teh, bukan hanya sekadar video saja ternyata anak-anak bisa melihat langsung pembuatannya secara nyata di pabrik sosro tentunya didampingi oleh motivator dan orangtua masing-masing. Sesuai dengan tema acara kali ini yaitu the new experience, anak-anak mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa.
Setalah serangkaian acara kegiatan belajar selesai, semua peserta berkumpul di auditorium dan bermain games bersama yang tujuannya adalah untuk menghibur, mengasah kreatifitas dan ketangkasan. Anak-anak terlihat bergembira dan sangat antusias, akhirnya kegiatan ditutup dengan pemberian pesan dan kesan dari perwakilan murid biMBA AIUEO dan orangtua siswa.
Waktu menunjukkan pukul 12.00, semua peserta bersiap-siap untuk pulang, tapi ternyata masih ada kegiatan lainnya. Sebelum pulang mereka akan mengunjungi Kebun Binatang Ragunan. Wah tentu saja anak-anak bersorak gembira, apalagi anak bisa tahu hewan-hewan yang pernah dieja sewaktu di kelas biMBA AIUEO seperti kuda, rusa, gajah, macan dan lain-lainnya. Wah benar-benar hari itu murid-murid biMBA Unit Sawo Joglo mendapat pengalaman baru yang luar biasa. (dijeh/ern)
biMBA AIUEO Jakarta Barat Unit Sawo Joglo event study tour joglo1