Tampilkan postingan dengan label minat belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minat belajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2016

8 Cara Meningkatkan Minat Baca

minat baca biMBA AIUEO

Sebenarnya membaca merupakan salahs atu hal yang menyenangkan. Karena dengan membaca tentu pengetahuan Anda juga akan semakin bertambah. Akan tetapi dalam membaca terkadang ditemui rasa malas dan keengganan untuk membaca. Tentu ha ini tidak bisa dibiarkan. Karena dengan berkurangnya minat baca maka akan menjadi satu kebiasaan buruk di kemudian hari.
Sebenarnya untuk mengatasi hal ini ada beberapa cara meningkatkan minat baca yang bisa Anda coba terapkan:
 Coba untuk mengalokasikan waktu khusus untuk membaca
Salah satu cara meningkatkan minat baca yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat atau menjadwalkan waktu khusus untuk membaca. Luangkan waktu minimal 10-15 menit setiap hari untuk membaca apa saja. Jangan memulai dengan beberapa jam sekaligus, karena hal ini hanya akan membuat Anda bosan dan malas. Untuk itu mulailah hanya dengan beberapa menit namun teratur.

2.      Membeli buku seminggu sekali
Bukan hanya itu saja, untuk meningkatkan minat baca Ana juga harus meluangkan kesempatan untuk menambah koleksi buku menarik yang Anda suka yaitu dengan membeli satu buku tiap seminggu sekali, setelah Anda menghabiskan membaca satu buku tersebut maka minggu berikutnya Anda bisa menambah koleksi rak buku Anda dengan membeli buku lagi.

3.      Manfaatkan waktu menunggu
Sebagian orang beranggapan jika menunggu adalah pekerjaan paling membosankan, menunggu apapun itu. Nah untuk mengatasi kebosanan ini, maka jangan pernah lupakan buku dalam tas Anda kemanapun Anda pergi. Bawalah setidaknya satu buku yang bisa Anda baca kapanpun saat Anda memiliki waktu luang. Dan menunggu merupakan waktu luang.

4.      Memiliki daftar buku rekomendasi yang populer
Jangan membiarkan koleksi rak Anda dengan buku yang itu-itu saja, setidaknya milikilah beberapa daftar buku rekomendasi teman ataupun saudara yang termasuk ke dalam salah satu daftar buku populer yang laris. Karena biasanya buku populer adalah salah satu buku yang memiliki nilai bagus. Tentu hal ini juga akan memperkaya wawasan Anda dengan lebih baik.

5.      Belajar membaca efektif
Tidak hanya menambah daftar buku saja, namun Anda juga wajib meningkatkan kemapuan membaca Anda. Karena semakin bertambah usia seharusnya kemampuan membaca Anda juga tidak seperti anak SD lagi bukan? Untuk itu tingkatkan kemampuan baca Anda dengan berlatih, konsentrasi, dan kecepatan, hal ini juga akan melatih pemahaman bacaan Anda.

6.      Membaca ketika Anda istirahat atau saat sebelum tidur
Hal ini bisa juga menjadi kebiasaan baru Anda yang mengasyikkan. Membacalah waktu saat Anda sedang istirahat, karena membaca tidak membutuhkan energi selain keinginan untuk membaca, untuk itu Anda bisa sambil membaca dengan istirahat ataupun menjelang saat Anda akan tidur.

7.      Buatlah target membaca
Untuk menumbuuhkan minat baca, maka Anda juga bisa membuat target membaca. Apa itu target membaca? Target membaca merupakan target dari daftar buku yang ingin Anda baca atau selesaikan. Tambahkan beberapa buku fiksi atau non fiksi selain buku pelajaran kuliah untuk Anda baca  dalam kurun beberapa waktu misal dalam sebulan Anda harus menamatkan 3-5 buku. Selain itu jangan lupa pula untuk membuat resume atau resensinya ya, karena dengan begitu Anda akan semakin paham dengan apa yang Anda baca.

8.      Lakukan diskusi dan bergabung dengan komunitas baca
Selain itu Anda juga bisa melakukan diskusi kelompok atau dengan teman Anda mengenai buku-buku yang sedang banyak digemari banyak orang, membuat ulasan-ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan suatu buku atau penulis. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas baca atau UKM di kampus yang memang menjuruskan pada peningkatan minat baca. Biasanya ada juga beberapa pihak kampus yang menyelenggarakan event semacam training leadership ataupun seminar. Dengan begitu selain wawasan Anda juga meningkat, Anda juga bisa menambah tali persaudaraan antar kelompok.


Nah sekarang sudah tahu kan apa saja yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan minat baca Anda? itulah beberapa hal yang bisa dengan mudah Anda coba terapkan dalam menambah tingkat bacaan dan minat baca Anda. Semoga bermanfaat.

Rabu, 03 Februari 2016

Bisa Membaca dan Minat Baca

Bisa membaca dan Minta Baca apa bedanya? apakah kedua kalimat tersebut sama? mari kita bahas...
Program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) yang dicanangkan pada tanggal 14 Maret 1948 oleh Presiden Sukarno ternyata belum membuat Indonesia bebas dari buta huruf.  Hal itu dibuktikan dengan angka buta huruf di Indonesia pada tahun 2011 yang masih mencapai 8,3 juta jiwa atau 4,79 persen dari total penduduk Indonesia yang berusia 15-45 tahun. Data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak pada tahun yang sama juga melaporkan bahwa masih ada 11,7 Juta anak Indonesia yang tidak pernah tersentuh pendidikan dasar, sehingga menyebabkan minat baca anak Indonesia sangat rendah.
Pada 2012 UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang hanya ada satu orang yang mempunyai minat baca.  UNDP juga merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen, sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen.
minat baca|biMBA AIUEO
Hasil survei yang dilakukan oleh International Education Achievement (IEA)  pada awal tahun 2000 menunjukkan bahwa kualitas membaca anak Indonesia menduduki urutan ke 29 dari 31 negara yang diteliti di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Tidaklah mengherankan bila Indeks kualitas sumber daya manusia  (Human Development Index/HDI) di Indonesia juga rendah. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2005 bahwa HDI Indonesia menempati peringkat 117 dari 175 negara.
Ditilik dari sisi kuantitas Indonesia memang telah menunjukkan trend yang positif, namun tidak secara kualitas.  Mengapa? Karena belum dapat berkontribusi secara maksimal dalam meningkatkan minat baca anak Indonesia. Hal itu disebabkan oleh pemahaman bangsa Indonesia tentang bisa membaca yang sebagai sebuah kewajiban bukan kebutuhan untuk menggali Ilmu dan Pengetahuan.  Sebenarnya apakah definisi membaca itu?
Membaca merupakan sebuah ketrampilan (reading skill) dan bagian dari komponen keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan  menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills),  serta keterampilan menulis (writing skills).  Perannya tidak boleh dianggap remeh, karena kemampuan membaca yang berasal dari dalam diri sendiri menjadi syarat utama untuk menguasai keterampilan berbahasa secara menyeluruh, sehingga timbullah minat!
minat baca|biMBA AIUEO
Kunci untuk meningkatkan minat baca adalah penanaman karakter pembelajar mandiri sepanjang hayat pada anak sejak usia dini. Hal itu bertujuan agar anak selalu ingin belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan secara formal dan informal serta teori maupun praktik.  Diperlukan juga metode belajar yang kreatif dan mencerahkan anak.  Namun sistem pendidikan di negeri ini justru menjauhkan anak dari karakter positif ini. Pendidikan seharusnya hadir dan dekat di setiap  elemen masyarakat. Gemar membaca sebaiknya juga dijadikan gerakan nasional yang dilakukan secara berkesinambungan.(Indra/Nikk)
sumber : bimba-aiueo.com

Selasa, 02 Februari 2016

Refleksi dan Harapan Pendidikan di Indonesia Bisa Menyenangkan

Pada banyak kese,patan ditemui Bapak Anies Baswaden mengatakan jika seharusnya sebuah pendidikan tidak membelenggu dan membeba siswa, tapi pendidikan di Indonesia haruslah dapat mencerahkan dan menyenangkan.
Akan tetapi namaknya hal ini masih seputar wacana saja, pasalnya saat Pak Menteri ditanyai seperti apa kosep dan kapan waktu pelaksanaannya, Pak Menteri sendri belum dapat memastikan. Beliau hanya menambahkan bahwa kita semua setuju dan sepakat jika pendidikan di Indonesia haruslah mencerahkan, membebaskan, dan menyenngkan sehingga anak-anak Indonesia memiliki gairah dan samangat untuk belajar.
Pendidikan di Indonesia biMBA AIUEO
Banyak sekali penyebab mengapa pendidikan di Indonesia belum bisa dikatakan dapat memberikan hasrat pada siswa. Diantara penyebab tersebut seperti penjelasan guru yang membosankan, model materi tugas yang membebani, dan hemat penulis menjadikan pendidikan di Indonesia belum menggembirakan, dan bahkan boleh juga kita menyebutnya gagal. Bisa dikatakan gagal karena pendidikan di Indonesia belum juga mendekati pada tujuan pendidikan yang sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, selain itu kata gagal juga bisa dikarenakan sepi prestasi.
Hal itu juga dibuktikan dari kemampuan anak-anak atas Sains dan Matematika yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan sebuah pendidikan juga tergolong rendah. Sangat jauh dari harapan, bahkan menjadi yang terendah dari anggote Negara-negara ASEAN lainnya.
Berikut adalah hal yang harus menjadi perhatian dalam mewujudkan pendidikan di Indonesia yang menyenangkan.
Konsep dan kreativitas guru
Pendidikan di Indonesia biMBA AIUEO
Untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia yang menyenangkan tidak bisa dengan mudah diterapkan, hal ini terkait dengan 2 hal utama yaitu  konsep yang tepat dan implementasi yang dituntut dari kreativitas dan kompetensi guru.
Untuk hal yang pertama, konsep haruslah dirumuskan sejelas mungkin agar mispersepsi dapat dihindari. Karena ditemui jika ada guru dan wali murid yang memahami arti pendidikan menyenangkan pada pemahaman terpisah, yaitu sebuh pendidikan yang bersenang-senang bahakan ada yang cenderung berfokus pada senang-senangnya dibandikan pendidikan itu sendiri. Hal ini tentu telah melenceng dan keliru. Menurut Scott D. Richman, kesenangan pada sebuah fun teaching itu bukanlah tujuan pada dirinya sendiri, akan tetapi lebih kepada agar siswa dapat merasakan nikmatnya pendidikan sehingga mampu mendongkrak dan memacu prestasinya lebih tinggi. Pada kalangan para pakar pendidikan, model pemblajaran ataupun strategi yang memberikan penekanan pada pasrtisipasi keatifan siswa sudah banyak dikenal, mulai dari konsep bernama active learning hingga Melvin Silberman, guru besar dari Tempel University yang melejit dengan bukunya active learning, hingga Quantum Teaching dari Bobby DePorter.
Model Quntum Teaching (QT) sendiri dikenalkan pertama kali oleh Georgi Lazanop (Bulgaria) yang kemudian dikembangkan oleh muridnya Bobby DePorter (Amerika), penulis dari buku best seller Quantum Teaching. KOnsep ini kemudian lebih lanjut di uji cobakan di Super Camp, lembaga kursus khusus yang telah didirikan oleh Bobby dengan hasil yang memang menggembirakan.
Konsep dan strategi ini telah berhasil meningkatkan sebanyak 68% motivasi belajar, 38% prestasi belajar,  81& percaya diri, 84% harga diri, dan 98% keterampilan.
Pada pendidikan di Indonesia sendiri konsep active learning maupun quantum learning juga telah banyak dikenal, namun dengan terjemahan yang beragam, mulai dengan sebutan cara belajar siswa aktif (CBSA), pendidikan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM), hingga yang terbaru yaitu pendidikan aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
Dan yang kedua adalah sebuah implementasi, seperti yang telah disinggung sebelumnya implementasi tentu erat kaitannya dengan kreativitas guru, dan tentu saja kompetensi. Guru sangat perlu untuk mengetahui karakter dan mental dari siswanya, dengan begitu diharapkan guru dapat memberikan materi sesuai dengan mental para siswanya. Meski pada kenyataan banyak dari mereka yang melakukan hal tidak menyenangkan yang tidak diingankan “you have to keep loving them as much” menurut nasihat Bill Cosby.
Hal itu dapat diwujudkan dengan cara memberika perhatian penuh pada siswa, yang terpenting adalah dengarkan apa yang mereka katakana, porsi bicara guru sangatlah banyak, berikan waktu pula untuk siswa dapat bicara mengutarakan apa yang ingin dikatakannya.
Semoga pendidikan di Indonesia yang menyenangkan dapat benar-benar terealisasi dan dirasakan hasilnya.


Senin, 01 Februari 2016

Ketahui Faktor-Faktor Minat Belajar

Minat belajar merupakan salah satu faktor internal yang sangat penting untuk menunjang prestasi belajar anak. Bagi siswa yang kurang mememiliki minat belajar, maka akan memiliki sikap malas, dan kurang simpatik terhadap buku, dan tidak bergairah dalam proses belajar mengajar. Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena jika dibiarkan maka akan berdampak pada kehidupannya di masa yang akan datang dengan sikap malas yang melekat.
Untuk itu sangat penting dalam membangun minat belajar anak agar ia dapat mampu mengembangkan potensinya demi keberlangsungan kehidupannya yang mandiri. Untuk itu diperlukan upaya dalam merangsang minat belajar anak agar mampu menarik perhatiannya dalam pembelajaran yang diberikan. Maka dari itu sebuah pembelajaran yang menarik harus mampu diciptakan. Karena setiap anak tentu akan sangat menyukai hal apapun yang berbau menarik. Sehingga dapat diharapkan mampu meningkatkan minat belajar anak.
Minat belajar ini memang terlihat remeh namun sebenarnya kompleks. Minat belajar adalah kecenderungan seseorang yang berasal dari luar maupun dalam yang mampu mendorong  untuk merasa tertarik pada suatu hal, sehingga menjadikannya terarah pada hal tersebut dan mampu membuatnya senang.
Maka dari itu tidak hanya orang tua ataupun guru haruslah mengeathui faktor apa saja yang mampu meningkatkan minat bealajar sang anak:
1.      
     
Minat Belajar biMBA AIUEO
Perasaan senang/Fun Learning
Sangat penting untuk memberikan sang anak perasan senang disaat belajar. Karena jika anak mempelajari suatu hal dan mereka bisa larut dan tenggelam dalam perasaan senang, maka mereka tidaka kan terpaksa dalam belajar. Dengan begitu mereka tidaka akn merasa terbebani dan menjadikan belajar sebagai hal yang berat untuk dilakukan. Sehingga anak akan mampu meningkatkan potensi dari hasil beajar yang menyennagkan. Untuk itu sangat pentig dalam memperhatikan apa yang menjadi kesenangan dalam belajar.  Karena bagaimanapun juga sebuah pendidikan memang seharusnya dapat menyenangkan dan tidak menjadikan beban pada anak.

       Ketertarikan anak
Minat Belajar biMBA AIUEO
Selain itu faktor minat belajar anak lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah ketertarikan anak. Tidak dapat dipungkiri jika anak memang sering merasa teralihkan dengan hal lain jika mereka memang tidak menyukai belajar. Untuk itu dengan mengenali ketertarikan anak dengan beberpaa benda atau objek yang bisa menahan perhatiannya akan sangat membantu dalam memaksimalkan belajar anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan suasan yang menyenangkan dan ceria serta tempat atau ruang belajar yang nyaman dan atraktif misal dengan banyak tempelan dinding yang memotivasi dan warna warni.

3.      Perhatian anak
Meski terlihat remeh perhatian sangatlah penting karena perhatian adalah konsentrasi atau aktivitas terhadap pengamatan pengertian dengan mengesampingkan aktivitas perhatian yang lain. Setiap anak memiliki minat belajar pada suatu obyek tertentu, dengan sendirinya anak akan memperhatikan suatu obyek tersebut. Untuk sangatlah penting mempertahankan perhatian anak terhadap apa yang dipelajari. Untuk menjaga perhatian anak diperlukan sebuah pengajaran yang menyenangkan dan terfokus, dengan begitu perhatian anak tidak akan mudah teralihkan.

4.      Keterlibatan anak
Tidak hanya orang tua ataupun guru yang terlibat dalam sebuah pengajaran justru proses transfer ilmu akan jauh lebih berhasil jika anak juga ikut terlibat aktif dan mengambil andil dalam proses belajar. Keterlibatan anak dapat dipicu dengan tetap menjaga perhatiannya pada sebuah pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan kreativitas dalam penyampaian materi pembelajaran yang dapat memicu peran anak untuk ikut terlibat aktif dan antusias pada saat proses belajar.

5.      Mengetahui kelemahan anak
Tidak hanya itu saja, untuk merangsang minat baca anak, juga dapat dilakukan dengan mengetahui kelemahan anak.  Hal ini berguna untuk mengenali kelemahan anak yang menjadikannya enggan dan malas untuk belajar. Dengan mengetahui kelemahan anak, tentu butuh upaya lebih unuk dapat membangkitkan semangat belajarnya dengan lebih memahami materi pembelajaran. Sehingga anak akan mencapai pemahaman yang baik dan mampu mengembangkan potensi dengan maksimal.

Memang hal remeh yang telah menjadi kompleks ini tidak dengan begitu saja mudah diatasi. Untuk itu dalam meningkatkan minat baca anak, maka haruslah mengetahui faktor apa saja yang dapat merangsang minat baca anak.